Tampilkan postingan dengan label Info Terbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Terbaru. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 April 2013

Seks dan Masturbasi Terbukti Mampu Usir Gejala Bersin-bersin Karena Alergi

Di negara-negara dengan empat musim, hay fever tentu bukanlah hal baru. Hay fever adalah gangguan kesehatan ringan berupa bersin-bersin, terutama di musim semi sebagai reaksi alergi terhadap serbuk sari yang banyak beterbangan di udara. Daripada pusing-pusing mencari pengobatan yang tepat, para pakar telah menemukan cara mudah dan mengasyikkan untuk mengatasi gangguan ini yaitu bercinta atau masturbasi.

Sina Zarrintan, seorang pakar neurologi dari Tabriz Medical University di Iran pun menerangkan alasan mengapa seks atau masturbasi dapat mengatasi hay fever. Zarrintan mendasarkan dugaannya pada fakta bahwa hidung dan alat kemaluan sama-sama terhubung dengan sistem saraf simpatetik, bagian dari sistem saraf yang bertugas mengendalikan refleks tertentu.

Dari situ Zarrintan menunjukkan bahwa pembuluh darah di hidung yang bengkak dan meradang serta teriritasi oleh infeksi atau serbuk sari yang beterbangan di udara secara umum sama-sama akan berakibat pada hidung mampet.

Lalu Zarrintan berasumsi bahwa ejakulasi dimana saat itu sistem saraf simpatetik menyempitkan pembuluh darah di seluruh tubuh dapat meredakan pembuluh darah di hidung yang membengkak sehingga dapat membebaskan saluran udara dan mengembalikannya ke fungsi pernafasan normal.

Hebatnya, Zarrintan tak mendasarkan hipotesisnya pada percobaan klinis. Pakar neurologi ini percaya seks atau masturbasi dapat memberikan manfaat lebih besar daripada obat-obatan dekongestan yang biasa digunakan penderita hay fever untuk mengatasi gangguan yang dialaminya

“Lagipula jika dekongestan digunakan lebih dari 2-3 hari, obat itu benar-benar dapat membuat hidung mampetnya malah semakin parah,” kata Zarrintan.Zarrintan pun merekomendasikan untuk melakukan masturbasi atau bercinta jika setiap gejala hay fever yang dialami dirasa cukup buruk oleh pasien.

“Hal ini dapat dilakukan dari waktu ke waktu untuk mengurangi hidung mampet dan pasien dapat menyesuaikan jumlah aktivitas seksual atau masturbasinya dengan tingkat keparahan gejala hay fever-nya,” tandasnya seperti dikutip dari mid-day, Rabu (2/1/2013). Artikel riset yang ditulis Zarrintan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Medical Hypotheses

Segera Launching Film Porno Tiga Dimensi (3D) Pertama Di Dunia

Tahun 2011 akan membawa industri film porno ke tingkat yang lebih tinggi, format tiga dimensi (3D). Di inspirasi dengan kesuksesan film-film seperti Avatar dan Narnia membuat produser film asal Hongkong, Stephen Shiu menggarap film 3D.

Film tersebut nantinya akan berjudul ’3D Sex and Zen: Extreme Ecstasy’ dan akan menjadi film porno tiga dimensi (3D) pertama di dunia. Di perkirakan film ini akan menarik para penonton film dewasa dan akan menjadi salah satu judul film porno terbaik yang disukai penonton.

“Film 3D Sex and Zen: Extreme Ecstasy’ akan didistribusikan ke seluruh dunia, dimulai dari Asia, kemudian ke Eropa dan Amerika Serikat,” kata Stephen seperti dilansir TG Daily dan dikutip detikINET, Selasa (10/8/2010).

Beberapa film berbayar di Hong Kong mengaku tertarik dengan jenis film 3 dimensi in. Saat ini Stephen telah menandatangani berbagai kontrak dengan para penyedia tayangan TV berbayar di Hong Kong. Tawaran lain juga datang dari Jepang dan Korea.

Film porno 3D Sex and Zen: Extreme Ecstasy’ akan di bintangi oleh bintang porno Jepang Yukiko Suo dan Saori Hara. Artis film porno terkenal Maria Ozawa aka Miyabi di kabarkan tidak cocok dengan jenis film ini.

Proyek ini disebut-sebut akan menjadi industri bernilai multimiliar dolar baik untuk VHS maupun keping DVD, kendati Blu-ray Disc Association bersikukuh menentang konten pornografi dimasukkan dalam format high definition.

Sejarah Film Tiga Dimensi (3D)

Film 3 dimensi pertamakali diperkenalkan oleh William Friese Grene pada tahun 1890. Saat itu cara menonton menggunakan kacamata tidak begitu di sukai sehingga proyek William ini gagal. Saat ini beberapa film di buat ulang agar penonton bisa melihat versi 3 dimensinya, seperti Avatar, Narnia dan Titanic.

Gambar film yang seolah-olah keluar dari layar menarik perhatian penonton. Hal ini pula yang mengilhami beberapa sineas porno seperti Stephen Shiu asal Hongkong yang pada Mei tahun 2011 akan merelease film porno tiga dimensinya, 3D Sex and Zen: Extreme Ecstasy.

Berikut ini cuplikan video dari TYT Television seputar pemberitaan launching Film tiga dimensi pertama di dunia ini.

Rabu, 20 Maret 2013

36 Situs Jual Permen Pembangkit LIBIDO Online Diblokir Kominfo

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA – Sebanyak 36 laman internet yang menjual produk ilegal berupa produk permen perangsang atau peningkat gairah/libido akan diblokir oleh Kementerian Kominfo atas rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Produk permen yang diiklankan di situs-situs tersebut bermerek ’Sexy Gum’, ’Sex Love’ dan ’US Passion Cachou’. Badan POM RI tidak pernah mengeluarkan persetujuan izin edar terhadap produk pangan yang diklaim dapat meningkatkan gairah/libido,” kata Kepala BPOM Lucky S Slamet di Jakarta, Kamis (31/1/2013).

Produk-produk permen itu juga tidak memiliki penandaan yang sesuai kaidah/norma sehingga BPOM menyatakan tidak dapat menjamin keamanan dan mutunya.

“Kami sudah mengirim surat ke Kemenkominfo untuk memblokir situs dimaksud dan selanjutnya bekerjasama dengan Bareskrim Polri untuk memberantas obat dan makanan ilegal,” ujar Lucky.

BPOM mendapatkan bukti produk dengan melakukan “undercover buy” atau pembelian secara diam-diam ke 36 laman tersebut dan meskipun masih harus melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap kandungan permen-permen itu, tapi Lucky menegaskan bahwa produk-produk itu ilegal.

“Tapi berdasarkan pengalaman, karena situs-situs ini tidak berasal dari Indonesia, maka Kemenkominfo hanya bisa memblokir,” ujarnya.(*)